Tampilkan postingan dengan label Alamat Bekam Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alamat Bekam Surabaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Penyakit Kecing Manis ( Diabetes Mellitus )

Obat Penyakit Kecing Manis ( Diabetes Mellitus ) Secara Alami

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.

Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus

Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.

Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.

Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.

Tetapi Sekarang Penyakit Kecing Manis / Diabetes Bukan suatu penyakit yang Membahayakan lagi dikarenakan Sudah ada Obat yang alami tetapi Bisa Memabantu Proses Kesembuhan Ingin Mengetahui Klik Disini Untuk Terapi Yang paling Baik yaitu Bekam / Hijamah.

Obat Yang Paling Baik untuk Kencing Manis / Diabetes = Jelly Gamat Gold + Brotowali Plus.

Untuk Konsultasi kesehatan silahkan hubungi :
BEKAM SURABAYA ( KLINIK KARUNIA ILAHI )
Alamat: Jl. Kenongosari VI /12 Pepelegi Waru-Sidoarjo
Telp.03171995583 SMS.085749407000

Minggu, 01 Mei 2011

Apendisitis (radang usus buntu), SEMBUH TANPA OPERASI

Apendisitis (radang usus buntu) adalah peradangan pada apendiks vermiformis (umbai cacing/ usus buntu).
Umumnya apendisitis disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) apendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hiperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, kanker dan pelisutan.

Faktor kebiasaan makan makanan rendah serat dan konstipasi /susah buang air besar (BAB) menunjukkan peran terhadap timbulnya apendisitis. Konstipasi akan meningkatkan tekanan lumen usus yang berakibat sumbatan fungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan flora normal usus.

Tipe apendisitis:

1. Apendisitis akut (mendadak).
Gejala apendisitis akut adalah demam, mual-muntah, penurunan nafsu makan, nyeri sekitar pusar yang kemudian terlokalisasi di perut kanan bawah, nyeri bertambah untuk berjalan, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.

2. Apendisitis kronik.
Gejala apendisitis kronis sedikit mirip dengan sakit asam lambung dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut.

Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak apendiks itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung apendiks menyentuh saluran kemih, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi apendiks ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik.


Perjalanan penyakit apendisitis:



Apendisitis akut fokal (peradangan lokal)



Apendisitis supuratif (pembentukan nanah)



Apendisitis Gangrenosa (kematian jaringan apendiks)



Perforasi (bocornya dinding apendiks )



Peritonitis (peradangan lapisan rongga perut); sangat berbahaya, dan mengancam jiwa



Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosis adanya Apendisitis, diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi :

1. Pemeriksaan fisik.
Pada apendisitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign)
Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan apendiks semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur yang lebih tinggi dari suhu ketiak, lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu.

2. Pemeriksaan Laboratorium.
Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) .

3. Pemeriksaan radiologi.
Foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 ?97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93-98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks.

Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit apendisitis (radang usus buntu)adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosis kemungkinan pemberian antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.

Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 -10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.

Kamus

Nyeri Kolik : Nyeri perut akut, khas ditandai dengan nyeri organ dalam tidak terus menerus dengan fluktuasi sesuai gerakan otot polos. Biasanya khas nyeri pada organ berongga/ mempunyai saluran.Perawatan dan pengobatan serta Obat untuk Apendisitis (radang usus buntu) :

Obat alami / herbal untuk Apendisitis (radang usus buntu): Gamat Golg-G / Teripang Emas / Sea cucumber Jelly + Obat Pelawas / pencahar + Propolis
Terapi : Colon cleansing, Dan Bekam + Akupuntur
Pantangan : Hindari makan makanan ayam, daging, mie, bakso, pedas, kopi

Ferri FF. Appendicitis Acute. In: Ferri FF. Ferri's Clinical Advisor 2009: Instant Diagnosis and Treatment. Philadelphia, Pa.: Mosby Elsevier; 2009. http://www.mdconsult.com/das/book/body/147002427-2/0/1701/0.html. Accessed July 1, 2009.

Selasa, 29 Maret 2011

Bekam Dengan Akupunktur


Prinsip Kerja dan Manfaat Bekam
Di luar negeri sudah banyak diteliti tentang cara kerja dan manfaat dari terapi bekam, seperti yang dilakukan oleh Dr.Amir Muhammad Sholih (Dosen Tamu di Universitas Chichago, peraih penghargaan di Amerika bidang pengobatan natural dan anggota Organisasi Pengobatan Alternatif di Amerika). Amir mengemukakan sisi ilmiah terapi bekam dalam majalah Arab Al-Ahrom edisi 218-2001. Menurut Amir, pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum kedokteran di Amerika. Pengobatan bekam terbukti bermanfaat karena orang yang melakukan pengobatan dengan bekam dirangsang pada tritik saraf tubuh seperti halnya pengobatan akupuntur. Tetapi dalam akupuntur yang dihasilkan hanya perangsangan, sedangkan bekam selain dirangsang juga terjadi pergerakan aliran darah.
Manfaat bekam juga dibenarkan oleh Dr.Ahmad Abdus Sami, Kepala Divisi Hepatologi Rumah Sakit Angkatan Darat Mesir. Di majalah Al-Ahrom, Ahmad berujar, “Unsur besi yang terdapat dalam darah manusia kadaranya berbeda-beda. Bisa berupa unsur panas yang dapat menyebabkan terhambatnya aktifitas sel-sel sehingga mengurangi imunitas terhadap virus. Karenanya pasien yang dalam darah kandungan besinya tinggi, raksi pengobatan lebih lambat dibandingkan pasien kandungan besinya rendah dalam darah. Risetnya juga membuktikan, pembuangan sebagian darah seperti dalam terapi bekam terbukti mampu memulihkan reaksi pengobatan menjadi lebih cepat sehingga bekam bisa diterapkan sebakai terapi pendamping pengobatan medis. Hasil percobaan yang pernah dilakukan Dr.Amir pada pasien terinveksi virus hepatitis C dan memiliki kadar besi cukup tinggi dalam darahnya. Setelah pasien diterapi bekam dan diberi obat Interferon dan Riboviron memiliki reaksi positif dan kekebalan meningkat. Padahal sebelum dibekam reaksi terhadap obat tersebut hampir tidak bereaksi.
Dalam pengantar buku berjudul Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis, Dr.Wadda,Amani Umar, memberikan penjelasan berbeda tentang cara kerja bekam. Menurutnya, di bawah kulit dan otot terdapat banyak titik saraf. Titik-titik ini saling berhubungan antara organ tubuh satu dengan lainnya sehigga bekam dilakukan tidak selalu pada bagian tubuh yang sakit namun pada titik simpul saraf terkait. Pembekaman biasanya dilakukan pada permukaan kulit (kutis), jaringan bawah kulit (sub kutis) jaringan ini akan “rusak”. Kerusakan disertai keluarnya darah akibat bekam akan ikut serta keluar beberapa zat berbahaya seperti serotonin, bistamin, bradiknin dan zat-zat berbahaya lainnya. Bekam juga menjadikan mikrosirkulasi pembuluh darah sehingga timbul efek relaksai pada otot sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Anda berniat mencobanya

Untuk Konsultasi kesehatan silahkan hubungi :
BEKAM SURABAYA ( KLINIK KARUNIA ILAHI )
Alamat: Jl. Kenongosari VI /12 Pepelegi Waru-Sidoarjo
Telp.03171995583 SMS.085749407000


Darah Bekam


pengertian:
Darah bekam adalah darah yang dikeluarkan oleh juru bekam dari tubuh.
Ada beberapa ciri darah bekam ini yang membuat saya tercengang :
1. Teroksidasinya darah tanpa udara (anaerob).
2. Terpisahnya plasma dari darah.
3. Keluarnya plasma saja dari tempat yang dibekam.
4. Jika kita memasang dua gelas untuk menghisap darah, maka bisa saja darah keluar pada gelas yang satu, tetapi tidak bisa keluar sama sekali pada gelas yang satu lagi, padahal keduanya berdampingan.

Perbandingan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Antara Darah yang Berada dalam Pembuluh Darah dengan Darah yang Keluar Karena Bekam:
Para dokter dikejutkan oleh pernyataan ilmuwan Damaskus, Muhammad Amîn Syaikhû dalam artikel ilmiahnya yang luar biasa tentang bekam dan rahasia umum tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari praktik bekam terletak pada dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna, sehingga tubuh menjadi mangsa empuk bagi berbagai penyakit.
Untuk mengungkap makna kalimat ini “membersihkan tubuh dari darah rusak”, sebuah tim laboratorium telah meneliti darah yang keluar dari titik-titik bekam (yaitu dari tengkuk) secara laboratoris dan mengkomparasikannya dengan darah pembuluh biasa pada sejumlah besar orang yang telah dibekam berdasarkan prinsip-prinsip bekam yang benar, serta darah tersebut dilihat dari hasil penelitian laboratorium darah terhadap darah bekam.
Berdasarkan penelitian itu, terlihat hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Itu terlihat dalam seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini sungguh mencengangkan para dokter!! Sebab, bagaimana darah bisa keluar tanpa disertai keluarnya sel-sel darah putih? Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.

2. Adapun menyangkut eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang aneh, artinya sel-sel ter-sebut tidak mampu melakukan aktivitas, di samping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif.
Ini menunjukkan bahwa proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi, seraya tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh. Sedangkan fashd menyebabkan hilangnya komposisi darah yang bermanfaat bersama sel-sel darah merah yang hendak dibersihkan.

3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pemben-tukan sel-sel muda yang baru.

4. Kandungan sel darah merah maupun sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan organ tubuh.

Setiap Penyakit Pasti ada Obatnya


Bismillahirrahmanirrahim
dengan menyebut nama Allah yang maha menciptakan alam beserta isinya, maha menghidupkan lagi maha mematikan. maha suci Allah dalam segala firmannya.
Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:
Dari Ashim bin Umar bin Qatadah bahwa Jabir bin Abdullah menjenguk Muqanna`, kemudian berkata: Aku tidak akan pulang sebelum engkau mau berbekam sebab saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di dalam berbekam(hijamah) itu terdapat pengobatan. (Shahih Muslim No.4085)

1. Apakah Hijamah itu?
Istilah Hijamah berasal dari bahasa Arab, dalam kitab Lisaanul ‘Arab disebutkan bahwa kata الْحَجْمُ (alhajmu) menurut bahasa sama dengan al-mashshu (penghisapan/penyedotan) dari akar kata: حَجَمَ يَحْجُمُ حَجْمًا (Hajama-yahjumu-hajman) yang berarti mencegah, menyedot, memalingkan, memagut, mematuk, menjauhkan. الْحَجَّام (Alhajjam) artinya orang yang berprofesi sebagai ahli hijamah atau bisa juga disebut al-haajim (الـْحَاجـِمْ ).

Hijamah/Bekam (Bukan Beckham-pen) adalah salahsatu metode pengobatan penyakit dengan cara mengeluarkan angin dan/atau darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.

“Cupping used to : drain excess fluids and toxins, loosen adhesions and lift connective tissue, bring blood flow to stagnant skin and muscles and stimulate the peripheral nervous system”

Dengan melakukan penghisapan/vakum maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.
Metode ini dikenal dengan beberapa istilah yakni Hijamah (Arab), Bekam, Kop,canduk,canthuk,mambakan (Melayu), Pa Hou Kuan (Mandarin), Gua-sha (China), di Eropa dikenal dengan istilah Cupping/Blood Letting Therapy dan ada yang menamakannya ODT (Oxidant Drainage Therapy).
2. Sejak kapan Hijamah dipakai untuk pengobatan?

Bekam sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir kuno, Saba, dan Persia. Alat yang digunakan pun masih sangat tradisional yakni tanduk kerbau/sapi, tulang unta, gading gajah dan bambu.

Pengeluran darah pada zaman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam menggunakan tulang unta (Lahyi jamal) dengan sayatan menggunakan syafrah (شفرة), yakni pisau besi yang ujungnya lancip tanpa gagang, bermata satu atau dua. Metode ini sangat dikenal dan dianjurkan oleh Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam hingga saat ini.

Disebutkan oleh Curtis N, J (2005), dalam artikel Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology. 173(1):21-26, January 2005. Bahwa catatan Textbook Kedokteran tertua Ebers Papyrus yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di Mesir kuno menyebutkan masalah Bekam.

Pada zaman China kuno seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk hewan untuk membekam/mengeluarkan bisul yang disebut tehnik “jiaofa”, sedangkan di masa Dinasti Tang, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru . Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah) , orang-orang di Eropa menggunakan lintah (al ‘alaq) sebagai alat untuk bekam (dikenal dengan istilah Leech Therapy) dan masih dipraktekkan sampai dengan sekarang.

Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) mempopulerkan cara pembuangan secara langsung dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya. Dalam melakukan tehnik pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien pingsan. Cara ini juga sering digunakan oleh orang Romawi, Yunani, Byzantium dan Itali oleh para rahib yang meyakini akan keberhasilan dan khasiatnya.
insyaallah.

KANKER KULIT SEMBUH DENGAN BEKAM

Subhanallah wa asy-syukru lillah. Inilah yang senantiasa saya lantunkan ketika mengingat kejadian dan kondisi masa lalu. Ceritanya, sebagai seorang mahasiswi apalagi di STIKES, yang di kemudian hari menjadi tenaga medis, saya benar-benar merasa tidak pede dan tidak nyaman karena kanker ini, apalagi posisinya yang sangat mencolok, di cuping hidung dan ditambah lagi beberapa benjolan serupa di kening atas di tumbuhnya rambut kepala. Bapak dan ibu sudah siap-siap dana untuk menerima saran dokter di rumah sakit, yakni operasi. Saya juga sudah siap mental, meskipun juga ketar-ketir. Siapa pun kalau boleh memilih, tentu akan menghindari operasi, satu kata yang sangat menakutkan, apalagi harus membayangkan bagaimana rasanya masuk kamar bedah yang serba putih. Namun rupanya Allah memberikan jalan keluar kepada kami, yang tanpa diduga-duga, ternyata sangat mudah dan yang penting memberikan solusi bagi keadaan saya.

Saya dihijamah pada hari Ahad siang sebelum zhuhur, satu titik di punggung atas. Sebenarnya hijamah ini dilakukan bukan dalam rangka pengobatan, tetapi karena pimpinan asrama mengharuskan semua mahasiswa mahasiswa untuk mengikuti pelatihan hijamah yang disampaikan Ustadz Kathur dan istri beliau, Ibu Aminah dari Jakarta, dan ini merupakan titik praktikum yang harus dijalani setiap peserta pelatihan.

Keesokan pagi atau hari Senen pagi saat mengambil wudhu’ untuk shalat subuh, tepatnya ketika membasuh muka, penulis benar-benar kaget tak terkira, karena penulis tidak merasakan adanya benjolan di hidung dan di kening atas. Karena penasaran, saya langsung lari ke depan cermin. Saya meraba-raba seperti tak percaya dengan penglihatan mata sendiri karena semua benjolan di muka hilang sama sekali. Bekasnya pun saya cari-cari juga tak ketemu. Benar-benar mengherankan dan tak habis pikir. Saya mengucapkan puji syukur kepada Allah dengan perasaan berbunga-bunga, senang, gembira, begitu pula orang tua dan keluarga. Maka rencana semula untuk operasi di rumah sakit pun urung, karena kanker kulit yang saya derita selama setahun ini sudah hilang karena hijamah. Alhamdulillah.

Nama pasien: Arnis
Usia: 19 tahun
Status: Lajang, mahasiswi
Alamat: Cilacap
Penyakit: Kanker kulit.

Kondisi prahijamah: Satu benjolan sebesar kedelai di cuping hidung sisi kanan. Tak lama kemudian (tidak lebih dari satu tahun) tumbuh sepuluh benjolan yang sama di kepala atas sisi depan, di atas kening.

Titik hijamah: Satu titik pada KHL1

Untuk Konsultasi kesehatan silahkan hubungi :
BEKAM SURABAYA ( KLINIK KARUNIA ILAHI )
Alamat: Jl. Kenongosari VI /12 Pepelegi Waru-Sidoarjo
Telp.03171995583 SMS.085749407000


Sumber : http://www.assabil-aho2.com/testimoni/52-kurang-pede-karena-kanker-kulit-di-muka.html

BATUK TBC SEMBUH DENGAN TERAPI BEKAM

Tiga tahun yang lalu saya didiagnosis oleh dokter yang menangani bahwa saya terkena TBC paru. Kondisi badan saya saat itu sangat kurus, terlalu kurus dan jauh dari normal. Berat badan turun drastic hingga sekitar 20 kg. benar-benar tinggal kulit dan tulang. Kekuatan badan juga habis, tak mampu berjalan, tak mampu bergerak dan hanya tergolek di atas tempat tidur.

Selama empat bulan saya minum obat dari dokter, sebanyak 4 jenis, yang setiap hari harus dikonsumsi tiga kali. Tak sedikit pun saya tidak merasakan perubahan, apalagi kesembuhan. Kalau begini terus keadaannya, tanpa ada perubahan, tanpa ada kesembuhan, walaupun sudah ditangani dokter, lalu apa gunanya obat-obat yang setiap hari saya tenggak tiga kali? Saya terus bertanya-tanya dalam hati. Sampai kapan keadaan saya ini akan bertahan? Apakah saya akan terus-menerus tidur seperti bayangan mayat hidup? Tapi adakah cara kesembuhan selain dari dokter? Maka saya niatkan bersama keluarga, entah bagaimana caranya untuk mencoba pengobatan alternatif lain.

Suatu hari saya dibawa keluarga untuk berobat kepada seorang “kiyai” yang memang dikenal sebagai ahli pengobatan. Oleh bapak kiyai itu saya dipijat dan disuruh mandi dengan air yang sudah dicampur dengan beberapa macam kembang. Hasilnya nihil, nol persen tanpa sedikit pun perubahan.

Kami tidak putus asa. Lalu kami mendatangi “kiyai” lain. Saya dianjurkan untuk menghentikan semua obat dari dokter dan diharuskan minum jamu yang diramu sendiri oleh Bapak “kiyai” tersebut. Terus terang, anjuran ini sangat berat untuk saya penuhi, karena sepertinya saya masih menaruh harapan kesembuhan pada dokter dan obat-obat darinya, meskipun sebenarnya juga tidak ada perubahan. Ada pertentangan batin. Kalau saya berhenti minum obat dari dokter, berarti saya hraus mengandalkan kesembuhan secara total kepada “kiyai” yang menangani saya kali ini. Tapi kalaulah pengobatan “kiyai” ini tidak menghasilkan kesembuhan, lalu apa yang harus saya lakukan, sementara obat dari dokter juga saya hentikan? Karena keinginan yang kuat untuk mendapatkan kesembuhan, akhirnya saya putuskan, meskipun dengan berat hati untuk mengikuti saran pak kiyai, obat dari dokter saya hentikan secara total. Ternyata memang ada perubahan, nafsu makan saya meningkat dan berat badan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tentu saja keluarga sangat senang melihat perubahan yang saya alami ini. Bahkan teman saya yang sudah divonis terkena tumor getah bening oleh dokter, juga datang ke kiyai itu dan berhasil mendapatkan kesembuhan.

Namun seiring dengan kesembuhan yang saya alami, ada gangguan yang sangat mengganggu aktifitas saya. Tepatnya setelah delapan bulan saya berobat ke kiyai itu, tiba-tiba saya selalu buang air besar. Saya pikir ini hanya gejala diare biasa seperti karena salah makan atau sebab lainnya yang biasa-biasa saja. Tapi nyatanya buang air besar ini terus-menerus saya alami, tidak dapat ditahan sama sekali, sehingga cukup sering kotoran keluar dan membasahi celana.

Kembali saya terbaring di tempat tidur. Karena tidak ada perubahan, saya dibawa ke rumah sakit. Hasil laboratorium, selain TBG paru masih ada, usus saya dinyatakan bermasalah. Maka saya diberi obat lagi, empat macam untuk TBC paru ditambah lagi dua obat untuk usus. Jadi enam macam obat harus saya telan tiga kali sehari. Makanan tidak bisa masuk dan hanya minum saja. Badan lemas serasa tidak punya otot. Tentu saya bingung bercampur gundah menghadapi kondisi seperti ini.

Enam bulan sudah berlalu. Enam macam obat tetap saya tenggak setiap hari tiga kali. Bukannya kesembuhan yang saya peroleh, tapi justru keadaan saya semakin parah dan drop. Bingung, gundah, gelisah, pikiran entah kemana tak menentu. Saya seperti sudah berdiri di antara tonggak-tonggak batu nisan. Saya putus asa. Keluarga juga tak habis bingungnya.

Entah bagaimana mulanya, tiba-tiba ingatan saya seolah digiring kepada sosok Rasulullah dan metode pengobatan beliau yang disebut bekam. Bukankah bekam berasal dari sabda beliau, yang berarti merupakan metode pengobatan yang tidak perlu diragukan keampuhannya? Ketika ingatan saya digiring kepada metode bekam ini pun saya sudah merasakan kesenangan dan seolah-olah di depan mata sudah kuraih kesembuhan. Saya seperti bangkit dari tidur yang sangat panjang dan melelahkan. Maka saya putuskan untuk melakukan pengobatan bekam.

Setelah dibekam, saya diberi herbal habbatus-sauda’, madu dan VCO. Tapi belum genap sebulan saya diterapi dengan bekam, dengan keadaan yang semakin hari semakin membaik, tiba-tiba suatu hari saya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perut. Kalau sebelumnya saya selalu buang air besar, justru saat itu saya tidak bisa buang air besar, termasuk pula air kecil. Kembali saya dibawa ke rumah sakit untuk kesekian kalinya. Secara diam-diam meskipun saya dibawa ke rumah sakit, saya tetap mengkonsumsi habbah sauda’ atau jinten hitam. Saya tak habis pikir, mengapa saya sakit lagi? Saya takut jika harus opname di rumah sakit. Ternyata saya tidak lama di rumah sakit. Esoknya saya boleh pulang karena keadaan saya sudah normal kembali, buang air besar juga normal. Saya yakin ini semua karena habbah sauda’ dan bekam. Semenjak saat itu keadaan saya semakin membaik dan normal seperti sebelum sakit. Alhamdulillah saat testimony ini saya tulis, saya sudah tidak lagi buang air besar, kehidupan saya benar-benar menjadi normal. Saya selalu membatin, masak mahasiswa pake pembalut seperti balita?

Ketika teman-teman saya melihat keadaan saya yang benar-benar normal kembali seperti sedia kala, mereka pun ikut-ikutan meminta terapy bekam. Segala puji bagi Allah karena telah menuntun saya kepada metode pengobatan Nabi-Nya. Jika tidak, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan diri saya dan bagaimana masa depan saya.

Nama: Arif Budiono
Usia: 22 tahun
Status: Mahasiswa, bujang
Alamat: Perumnas III Tangerang – 021 5915350
Penyakit: Diare-cronis 2 tahun, gangguan pernapasan

Endoscopy: Terdapat striktur 70 cm dari anus, pada daerah K descendens. Mukosa tampak hyperemia, poliposis +, ulkus multiple +. Anus H Interna grade 1-2. Kesimpulan: IBD aspek Penyakit Crohn.

Kondisi prahijamah: Sudah dilakukan biopsy pada daerah dengan lesi colon. Selalu BAB rata-rata setiap 1 jam sekali disertai mulas perut akut, tak pernah lepas pembalut layaknya bayi, badan lemas tak mampu berjalan, napas terengah-engah layaknya kakek.

Titik hijamah: KHL1, BA2, ZA8, ZA9

Untuk Konsultasi kesehatan silahkan hubungi :
BEKAM SURABAYA ( KLINIK KARUNIA ILAHI )
Alamat: Jl. Kenongosari VI /12 Pepelegi Waru-Sidoarjo
Telp.03171995583 SMS.085749407000

Obat-obatan: Minyak Habbah sauda’, madu.
Sumber : http://www.assabil-aho2.com/testimoni/53-mahasiswa-kok-mengenakan-pembalut-bayi.html

KANKER PAYUDARA SEMBUH DENGAN BEKAM

Di usia 17 (tujuh belas) tahun ,ada benjolan kecil di payudara saya, yang akhirnya di oprasi kecil. Tahun demi tahun berlalu, kemudian kejadia mengejutkan hasil USG dokter kandungan menyatakan ada tumor (myom) di rahimku (2003), karena myomnya sudah sebesar bola tennis dan saya bingung mau berobat dengan cara apa, akhirnya saya dioprasi lagi (oprasi Caesar). Tapi dua tahun kemudian myom itu tumbuh lagi walau masih kecil ukurnnya, tapi aku terpukul dan sedih….

Rasanya belum kering air mata yng kemarin, ditahun 2006 di payudara saya muncul lagi benjolan dengan ukuran yang cukup besar, kemudian hasil USG saya di analisis oleh ahli tumor, dokterpun mengambil kesimpulan “harus segera di oprasi”, tapi saat itu aku tidak bingung, karena saya yakin akan sembuh dengan pengobatan yang saat ini saya jalani.

Pertama kali saya mengenal Hijamah (Bekam), saya bertemu dengan penghijamah yang agak sembarangan dalam menentukan titik hijamah. Namun pada suatu hari Allah mentakdirkan saya dengan buku”Uraian Kode Anatomi Hijamah Titik-titik Bekam”, karangan Ustadz Kathur Suhardi dan Ibu Aminah Safa’ah, dari membaca buku tersebut saya tertarik untuk menemui pengarang buku tersebut. Dan Allah pun mentakdirkan saya bertemu dngan Ibu Aminah untuk mengobati penyakit saya ini, dan sebenarnya masih banyak pasien lain yang merasa sangat tertolong dengan pengobatan yang dilakukan oleh Ustadz Kathur Suhardi dan Ibu Aminah tersebut.

Berbekal keyakinan dengan bahwa dengan pengobatan yang direkomendasikan oleh Allah, maka selama 5(lima) bulan saya menjalani pengobatan bekam ini. Dibekam di titik-titik tetentu sebanyak 5(lima) titik, sembari minum obat herba dan obat kimia anti kangker, Alhamdulillah di bulan kelima satelah USG hasilnya pun negatif dari fam!! Dan tumor payudara yang sebelumnya membuat resah itu telah hilang tak berbekas. Terbukti bahwa hijamah itu manfaatnya benar-benar sanngat menakjubkan. Sekarang saya menjalani terpi bekam untuk menghilangkan myomku. Dan hasil USG terakhir menyatakan myomku bentuknya mengecil 1mm.

Maka dengan pengalaman sperti ini, saya lebih percaya diri untuk merekomendasikan pengobatan bekam, karena banyak diantara kita yang hanya memandang sabelah mata saja, dan kurang mempercayainya. Tapi wajar juga kalau banyak muncul pandangan miring tentang hijamah ini. Mungkin karena para hajim atau ahli bekamnya belum paham betul tentang teknik membekam yang benar.

Perlu digaris bawahi bahwa pengobatan bekam ini tidak bisa dipraktekkan sembarangan, ada beberapa hal yang harus di perhatikan terutama titik-titik bekam, pengetahuaan anatomi tubuh, mengetahui titik-titik larangan dalam hijamah dan seterilisasi alat hijamah.

Mudah-mudahan metode bekam ini diterima dengan baik dikalangan masyarakat bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia, karena pengobatan ini dijamin kesembuhannya dari Allah lansung. Amiin…

Nama: Faruq
Usia: 13 tahun
Status: Bujang
Alamat: Madiun
Penyakit: Ganguan pada system syaraf motorik kasar

Kondisi prahijamah: Tidak bisa berjalan. Berdiri paling lama 1 menit. Bicara terbata-bata, tidak bisa mengontrol gerakan, mampu mengontrol gerakan yang halus seperti mengetik komputer, intelijensia normal.

Titik hijamah: KHL1, UM, ZA8, ZA9
Obat-obatan: Herbal, madu, habbah sauda’

Untuk Konsultasi kesehatan silahkan hubungi :
BEKAM SURABAYA ( KLINIK KARUNIA ILAHI )
Alamat: Jl. Kenongosari VI /12 Pepelegi Waru-Sidoarjo
Telp.03171995583 SMS.085749407000


Sumber : http://www.assabil-aho2.com/testimoni/54-aku-terbebas-dari-kanker-payudara.html

TITIK-TITIK BEKAM

Rasulullah SAW sangat menganjurkan dan memilihkan tempat atau titik-titik yang utama dan sangat baik untuk dibekam. Dalam beberapa riwayat disebutkan

Dari Anas ra. Ia berkata

“ Sesungguhnya Rasulullah SAW dibekam pada Akhda’ain (kedua urat leher) dan kahil (bahu).”HR. Tirmidzi, Ahmad, Abu Dawud)

“ Sesungguhnya Rasulullah SAW berbekam pada 3 tempat : satu di atas ‘Kahil’ dan dua pada ‘Akhdain’ ”

Dari Ibnu Umar ra., Rasulullah SAW pernah berbekam pada bagian kepala bagian depan, yang disebut dengan ummu mughits ( HR. Thabroni dalam Al-Ausath).

“ Sesungguhnya Nabi SAW telah berbekam di kepala dalam keadaan ihram karena sakit kepala ”

“ Rasulullah SAW telah berbekam di ‘Akhdain’ dan di antara dua bahunya ”

" Nabi SAW telah berbekam pada pinggangnya kerana sakit yang ditanggung.."

“Sesungguhnya Rasulullah SAW berbekam di ‘Malal’ (antara mekah dan madinah) pada betis Baginda ”

Abu Naim dalm Thibbun Nabawi, menyebutkan hadist marfu’ yang diriwayatkan oleh Thabroni dalam Al-Kabir (7306), bahwasannya Rasulullah SAW bersabda ;

“Hendaklah kalian berbekam di tengah qomahduah, karena dapat menyembuhkan 72 macam penyakit”

Ada beberapa dasar pemilihan titik bekam diantaranya :

1. Titik yang sesuai dengan titik sunah

2. Titik yang sesuai dengan lokasi keluhan.

3. Titik di sekitar lokasi keluhan.

4. Titik yang berpasangan dengan lokasi keluhan.

5. Titik berdasarkan jalur Meridian yang terganggu.

6. Titik berdasarkan letak organ tubuh yang terganggu

7. Titik yang sesuai dengan “Prophet Point”.

Untuk Konsultasi kesehatan silahkan hubungi :
BEKAM SURABAYA ( KLINIK KARUNIA ILAHI )
Alamat: Jl. Kenongosari VI /12 Pepelegi Waru-Sidoarjo
Telp.03171995583 SMS.085749407000


STERILISASI PERALATAN BEKAM

Alat/bahan yang dipakai untuk melakukan sterilisasi diataranya

· Clorin

· Alkohol

· H2O2

· Bethadin

C. STANDAR PENGGUNAAN TEMPAT

1. Tempat tertutup

2. Bersih

3. Nyaman

4. Sirkulasi udara cukup

5. Pasien tidak berada tepat pada hembusan aingin dari AC maupun kipas angin.

6. Cukup Penerangan

D. PENANGAN LIMBAH

1. Sampah bekam berupa tissu, hanskun sebaiknya dimusnahkan dengan cara dibakar

2. Sampah bekam berupa jarum sebaiknya di tanam atau dimusnahkan di mesin penghancur jarum

suntik di dinas kesehatan atau puskesmas setempat.

E. PENANGANAN KHUSUS PENYAKIT KRONIK

Khusus untuk pasien yang terinveksi HIV – AIDS dan hepatitis sebaiknya memiliki alat bekam sendiri.

F. KONDISI DARURAT PADA KASUS PEMBEKAMAN

Pasien Pingsan atau Kolaps

  • Untuk pasien yang mengalami pingsan atau kolaps pada saat dibekam hendaknya pembekam harus tetap tenang.
  • Proses bekam di hentikan, alat kop di lepas, kemudian bersihkan dan pasien
  • Pasien di baringkan dengan posisi terlentang mendatar. Kepala diletakkan lebih rendah dari kaki dengan cara meletakkan bantal pada pantat atau tungkai pasien. JANGAN LETAKKAN BANTAK DIKEPALANYA.
  • Longgarkan semua pakaiannya.
  • Beri udara segar dengan membuka jendela di ruangan, atau letakkan pasien di ruangan yang bersikulasi udara baik. Atau beri oksigen.
  • Jangan beri makanan atau minuman kecuali sudah siuman.
  • Jika sudah siuman beri minuman hangat seperti teh atau air hangat dengan madu.
  • Jika belum sadar juga beri bekam kering pada puncak kepala atau pijat-pijat daerah puncak kepala atau antara hidung dan bibir.

Pendarahan pada Titik Bekam

Kadang bila tusukan jarum atau sayatan pisau terlalu dalam hingga mengenai pembuluh darah. Atau ada penyakit dimana darah sulit membeku terjadi pendarahan yang terus menerus pada saat dibekam.

  1. Cara penanganannya dengan cara darah yang keluar dihapus dengan kassa steril atau tissue steril yang diolesi disinfektan. Lalu dengan kassa steril atau tissue steril tersebut lakukan penekanan kuat pada tempat keluarnya darah hingga darah berhenti.
  2. Tempat yang bengkak atau memar dikompres dengan air hangat
  3. Bila pendarahan tidak berhenti, mungkin perlu dilakukan penjahitan pembuluh darah.

Jarum Patah Saat Dibekam

Walaupun jarang, kadang-kadang jarum yang dipakai menusuk bisa patah hal ini ditandai dengan badan jarum tinggal setengahnya atau tidak ada sama sekali. Teraba ada bagian jarum yang tertinggal di bawah kulit.

  • Cara penanganannya dengan menenangkan diri pembekam, diri pasien dan keluarga pasien.
  • Posisi jangan diubah. Bila jarum terlihat atau teraba, coba jepit dengan pinset dan cabut keluar. Atau coba cari dengan sepotong magnet.
  • Bila tidak berhasil dikeluarkan, sedangkan jarum berada di tempat vital seperti di dekat sendi atau daerah di pergerakan, maka harus dikeluarkan dengan operasi pembedahan
  • Bila patahan terjadi di otot, maka tinggalkan saja. Tidak perlu diambil. Namun pasien perlu diberi penjelasan mengenai hal tersebut.
Untuk Konsultasi kesehatan silahkan hubungi :
BEKAM SURABAYA ( KLINIK KARUNIA ILAHI )
Alamat: Jl. Kenongosari VI /12 Pepelegi Waru-Sidoarjo
Telp.03171995583 SMS.085749407000